Tampilkan postingan dengan label Qurban. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Qurban. Tampilkan semua postingan
Keserasian Penggunaan Kata dalam Al-Quran
Makna Dan Nilai Ibadah Haji Dan QURBAN Perspektif Ritual Dan Sosial
I. Muqaddimah
Ada tiga peristiwa besar yang terjadi
pada bulan Dzulhijjah (bulan ke dua belas qomariyah) yaitu pertama
pelaksanaan ibadah haji, kedua hari raya ‘idul adha, dan ketiga adalah
pelaksanaan dari udhiyah atau penyembelihan hewan qurban itu
sendiri. Ketiga ibadah ini satu sama lain saling terkait, bahkan idhul
adha sendiri sesungguhnya memiliki keterkaitan makna dengan ‘dhul fithri. Begitu
besar dan sakralnya perayaan idul adha, umat Islam selalu menyambutnya
dengan gegap gempita dan penuh suka cita. Lantunan takbir menjelang
‘idul adha selalu bergemuruh dan menggema menembus langit-langit dunia
mengiringi perginya senja hari pelaksanaan shalat ‘idul adha. Sekaligus
mengawal sembelihan hewan qurban yang menjadi hari raya ini. Umat Islam
pun tenggelam ke dalam ceruk penghayatan ritus ibadah yang sarat makna.
PENGERTIAN & HUKUM IBADAH QURBAN
Qurban
atau Udhiah bermaksud menyembelih haiwan
yang tertentu jenisnya daripada ternakan
yang dikategorikan sebagai al-an'am
iaitu unta, lembu (termasuk kerbau), biri-biri
dan kambing pada Hari Nahr atau Hari Raya
Haji (10 Zulhijjah) dan
pada hari-hari Tasyrik (11,12 dan
13 Zulhijjah) kerana bertaqarrub
(mendekatkan diri) kepada Allah.
HUKUM MELAKUKAN IBADAH QURBAN
HUKUM MELAKUKAN IBADAH QURBAN
-
Imam Syafie berpendapat hukum melakukan
ibadah qurban ini adalah sunat Muakkadah
iaitu sunah yang amat digalakkan atau
dituntut ke atas setiap individu Muslim
yang merdeka, berakal, baligh lagi rasyid
serta berkemampuan melakukannya sama
ada sedang mengerjakan haji ataupun
tidak sekurang-kurangnya sekali seumur
hidup.
-
Makruh meninggalkan ibadah ini bagi
orang yang mampu melakukannya.
- Hukum qurban ini menjadikan wajib jika seseorang itu telah bernazar untuk melakukannnya atau telah membuat penentuan (at-ta'yin) untuk melaksanakannya seperti seseorang berkata "lembu ini aku jadikan qurban". Jika tidak dilakukan dalam keadaan ini maka hukumnya adalah haram. Daging qurban wajib (nazar) tidak dibenarkan untuk dimakan oleh yang empunya qurban dan tanggungannya.







