Mengabarkan Tentang Sesuatu Untuk Kita

Laman

Cara Mengatasi Selang Infus Tinta yang Masuk Angin

Masalah yang paling sering terjadi pada printer dengan selang infus adalah masuknya angin kedalam selang, yang umumnya orang menyebutnya "Masuk Angin". Untuk mengatasi kendala tersebut perlu penanganan yang tepat dan keahlian dengan kemampuan tangan yang sigap. 

Karena jika tidak tepat dan kurang sigap maka usaha yang dilakukan akan mudah gagal, bahkan dapat merusak cartidge itu sendiri. Sebagai referensi berikut ini tutorial cara mengatasi selang infus tinta masuk angin beserta bahan-bahan yang perlu disiapkan, yaitu seperti tissue dan suntikan. 

1.  Lepas ujung selang infus yang menancap di catridge (selang yang masuk angin).
2.  Isi tinta secukupnya langsung ke catridge (jangan sampai meluber). 
3.  Buka penutup karet pada tabung infus dan masukkan suntikan yang
     telah dilepas jarumya kedalan lubang tabung tersebut.

 

4.  Pompa suntikan kearah dalam untuk menekan udara dan tinta masuk ke 
     selang infus.
5.  Setelah selang infus terisi tinta secara keseluruhan, segera pasang kembali 
     ujung selang infus ke catridge.
6.  Lepas suntikan dan segera pasang penutup karet tabung infus agar udara tidak 
     masuk kembali ke dalam tabung dan selang infus.

Catridge telah bisa bekerja secara normal kembali, namun bila cara tersebut belum juga bekerja, ulangi langkah-langkah tersebut diatas sekali lagi
Share:

Cara Mengatasi Tinta Infus Putus-Putus

Salah satu cara untuk meminimalisir kerusakan Head printer adalah dengan  menggunakan sistem infus,, mengapa demikian? hal ini disebabkan karena dengan menggunakan fasilitas tersebut, kecil kemungkinan terjadinya low Ink dalam cartridge, Sistem infus juga mempunyai kelebihan tersendiri, kita tidak perlu lagi repot-repot untuk melakukan refil ink atau mengisi tinta dengan cara manual, tapi satu kendala utama pengguna sistem infus ialah tinta yang ada dalam selang infus tersebut terkadang terputus-putus atau ada rongga udara yang menyebabkan tinta tidak bisa terhubung dengan sempurna.


Menurut pengalaman saya di dunia Printer, ada 2 Kemungkinan yang dapat menyebabkan terjadinya
hal tersebut antara lain :


  1. Tabung terbuka dengan waktu yang cukup lama saat anda telah melakan proses pencetakan.jadi sebaiknya setelah anda melakukan aktivitas, jangan lupa untuk menutupnya kembali.
  2. Posisi tabung terlalu rendah, sehingga tinta bisa mengalir kembali masuk ke dalam tabung, jadi usahakan saat anda meletakkan tabung infus, sebaiknya jangan terlalu rendah, idealnya Carriage(tempat meletakkan Cartridge) sejajar dengan tabung.
  3. Lobang tempat masuknya tinta infus Pada Cartridge terlalu luas, sehingga ujung selang yang terpasang pada Cartridge tersebut menjadi longgar dan pada akhirnya udara bisa masuk kedalam Cartridge.
Penyebab di atas adalah berdasarkan dari pengalaman saya pribadi, pada Point 1 dan 2 saya rasa tidak terlalu rumit, anda cukup melakukan Head Cleaning sebanyak 2 kali karena tidak ada masalah yang serius pada printer anda.
Untuk masalah pada poin ke 3 berbeda dengan penyebab point 1 dan 2 di atas ada cara khusus untuk menanganinya, karena meski kita lakukan Head Cleaning beberapa kali pun, saya yakin tidak kunjung , tapi sebelum kita membahasnya sebaiknya persiapkan terlebih dahulu beberapa bahan dan alat yang diperlukan:
  1. Lem UHU
  2. Penyedot Tinta
Jika telah dipersiapkan silahkan ikuti beberapa tahap berikut ini.
  1. Pertama-tama Lepas selang beserta karet infus dari cartridge
  2. beri lem pada bagian lobang yang loggar tersebut.
  3. Selanjutanya Pasang kembali selang infus pada cartridge seperti semula.
  4. Tunggu sejenak, Pastikan bahwa lem sudah mengering.
  5. Setelah kering, lakukan penyedotan dengan manual, sedot terus sampai seluruh tinta benar-benar telah terhubung dengan sempurna.
  6. Pasang kembali Catridge Ke printer
  7. selesai
Untuk hasil yang maksimal sebaiknya sebelum anda memakai printer anda lakukan terlebih dahulu Head Cleaning kurang lebih 1 sampai 2 kali. cukup sekian semoga berhasil
Share:

Cara Mengatasi Masalah Pada Anak

Banyak orang tua
 dan guru yang mengikuti seminar saya berkomentar “Oke, teknik yang Anda berikan untuk mengatasiproblematika anak sangat bagus. Tapi, saya tidak yakin bisa menerapkan apa yang telah Anda ajarkan” lalu tanya saya “Apa sebabnya?”, “Pertama saya tidak disukai anak, berikutnya bagaimana mengkomunikasikan pada mereka ?”. Jelas ini adalah masalah, tapi tenang ada cara bagaimana memahami perilaku anak. Tapi sabar dahulu sebab ada bagian yang harus Anda pahami dahulu.
Cara Mengatasi Masalah Pada Anak

Banyak dari orang tua dan guru bertanya dalam pikiran mereka sendiri:
  1. Mengapa anak saya tidak peduli dengan masa depannya?
  2. Mengapa mereka melakukan hal-hal yang tidak masuk akal (guru dan orangtua)
  3. Mengapa mereka tidak mau mendengarkan walupun sudah diingatkan berkali-kali?
  4. Mengapa anak saya membiarkan dirinya dipengaruhi oleh hal-hal negatif dari teman-temannya yang tidak berguna?
Nah, pertanyaan utama : bagaimana memahami perilaku dan pemikiran mereka?

Jawabanya adalah emosi mereka. Emosi sangat menguasai logika berpikir mereka anak-anak dan remaja. Remaja dan anak-anak jauh lebih banyak didorong oleh perasaan mereka daripada pemikiran yang baik untuk mereka. Dengan mengetahui hal ini, maka sia-sia upaya kita mengkuliahi mereka seharian. Membombardir pikiran mereka dengan nasehat positif, menjadikan diri kita motivator dadakan didepan mereka tidak akan mempan. Justru membuat anak bertambah “sebal” dengan kelakuan kita. komentar atau nasihat seperti : “kamu harus giat belajar”, “jangan buang waktumu dengan bermain terus”, “jaga kebersihan dikamarmu”, kecuali bila kita sudah terlebih dahulu mengenali perasaan mereka.

Dalam kondisi emosi yang negatif seorang anak tidak dapat menerima input dan nasehat bahkan titah sekalipun yang dapat mengubah perilaku mereka. Berbeda hasilnya jika kita mampu mengerti dan mengenali perasaan emosi mereka terlebih dahulu maka mereka akan terbuka dan mendengarkan saran logis dari kita. Anak–anak dan remaja akan melakukan sesuatu jika membuat mereka merasa nyaman atau enak di rasanya atau hatinya.

Sebelum melangkah lebih jauh, kita akan belajar bersama, bagaimana reaksi kita dalam menghadapi masalah anak. Seringkali jika ada masalah maka yang ada dibenak kepala kita umumnya ada 3 hal, yaitu :
  1. Memberi Nasihat, misal: “saya tadi berkelahi dengan Agus, disekolah”, respon kita pada umumnya “apa-apaan kamu ini sekolah bukan tempat belajar jadi tukang berantem, hanya penjahat yang menyelesaikan masalah dengan berantem”
  2. Menginterogasi, misal: “Hp saya hilang di sekolah” respon kita pada umumnya “kamu yakin bukan kamu sendiri yang menghilangkan? Yakin kamu tidak lupa, coba diingat kembali”
  3. Menyalahkan dan menuduh, misal: “tadi Edo dihukum karena tidak mengerjakan PR” respon kita pada umumnya “dasar anak malas, mulai hari ini kamu harus lebih disiplin dan perhatikan tugas disekolah”.
Setelah melihat ketiga contoh diatas, tidak ada satu ruang pun untuk mengakui perasaan atau emosi anak, betul? Seringkali kita ini hanya memberikan masukan tanpa mau mendengar apa yang sebenarnya terjadi (lebih tepatnya perasaan apa yang terjadi pada diri anak kita). Ketika emosi seorang anak diabaikan mereka akan lebih marah dan benci. Selama ini mereka berada dalam keadaan emosi negatif, semua nasihat-nasihat maksud baik kita tidak akan digubris, malah akan di “gubrak”.
Share:

Jadwal Pendataan Peserta Ujian Nasional Kemenag Tahun 2016

Selamat pagi sahabat salam satu data, Pelaksanaan Ujian Nasional Tahun 2016 sudah dekat. Proses pendaftaran Peserta ujian Nasional juga sudah dimulai. Pada kesempatan ini admin ingin berbagi informasi terkait Jadwal Pendataan Peserta Ujian Nasional Madrasah khususnya tingkat MI, Mts, dan MA Tahun pelajaran 2016. Informasi tersebut sesuai dengan Surat Edaran Kemenag tentang Mekanisme Pendaftaran peserta Ujian nasional Madrasah tahun pelajaran 2015/2016.
Adapun jadwal pelaksanaan pendataan calon peserta UJIan Nasional Tahun Pelajaran 2015/2016 adalah sebagai berikut :
no

KegiatanTanggalKeterangan
1
Verifikasi dan Validasi Data Awal Calon Peserta Ujian Nasional sampai dengan 31  Desember 2015EMIS
2.Pencetakan Daftar Calon Peserta (DCP)sampai dengan 31 December J0:t5Kabupaten/Kota
 
3

Pencetakan, Distribusi, Validasi dan Verifikasi Daftar Nominatif Sementara (DNS) 
1 – 22 Januari 2016
 
Kabupaten/Kota
4.Cetak dan Distribusi Daftar NominatifTetap(DNT)sampai dengan 31 Jar›uari2016 
Provinsi
 
5
Cetak dan Distribusi Kartu Peserta Ujian(KPU)sampai dengan 7 Februari 2016 
Provinsi
 
6
Pemeliharaan Provinsi 
31 Maret 2016
 

7Pemeliharaan Pusat1 April 2016 – selesai

Bagi yang ingin mengetahui Alur pendaftaran silahkan download surat edaran resmi dari kemenagDISINI
Semoga Informasi di atas bermanfaat untuk semua, bagi yang ingin mendapatkan update terbaru dari kami silahkan like page facebook kami disamping . Salam satau data
Share:

Simulasi Tes UKG 2015 (Download Prediksi Soal UKG 2015)

Salam satu data, bagi rekan Guru yang ingin mengikuti Tes Ujian Kompetensi Guru (UKG) 2015, mungkin postingan ini bisa membantu anda dalam kesuksesan anda dalam mengerjakan Tes UKG 2015 yang jadwalnya sudah bisa di lihat melalui website Sergur. Di antara kita mungkin masih belum memiliki bayangan bagaimana tentang tata cara untuk mengikuti tes UKG ini apalagi sistem tes UKG 2015 dilakukan dengan sistem online melalui Komputer atau laptop yang sudah di sediakan Panitia.

Bagi yang Ingin Cek Nomor Peserta dan Data Peserta UKG 2015 Silahkan Klik >>>DISINI<<<

Cek Lokasi dan Jadwal  Ujian UKG 2015 >>>DISINI<<<

Dalam angan kita setidaknya kita bisa menghidupkan atau mematikan laptop terlebih dahulu karena ini modal dasar untuk bisa mengoprasikan Laptop atau Komputer. Namun Rekan Guru tak perlu cemas dan kawatir tentang tes dengan sistem online karena nanti anda langsung di hadapkan dengan aplikasi UKG dimana di dalam aplikasi tersebut sudah ada petunjuk serta ada sejumlah soal dan waktu yang sudah di tentukan.
Rekan Guru harus bisa menjawab dengan cara memilih jawaban yang benar dengan memberikan tanda klik pada jawaban yang benar. Bagi anda yang ingin mencoba Simulasi Tes UKG 2015berikut langkah – langkahnya :
  • Silahkan Kunjungi website http://ukgonline.org/
  • Silahkan memilih Jenjang dan Mata Pelajaran yang akan dicoba, Misalnya dalam Contoh ini admin memilih jenjang Sekolah Dasar.
Simulasi Tes UKG 2015
  • Ada 2 versi tampilahan yaitu tampilan resmi seperti dibawah ini, cara menjawabnya dengan memberi klik pada jawaban yang benar.
Soal Tes UKG 2015
  • Versi yang lain adalah versi tryout atau versi simulasi, cara menjawabnya tinggal memilih jawaban yang benar pilihan di bawah soal.
Tes UKG 2015

Update !!!     Jika Ingin Mengetahui Mapel dan Lokasi/Tempat UKG 2015 terbaru silahkanKlik DISINI

Baca JUga : Jadwal dan Syarat Tes UKG Susulan Tahun 2015

Atau bisa Download Prediksi Soal UKG 2015 di bawah ini :
Semoga Informasi di atas bisa bermanfaat untuk semua, dan bisa membantu dalam mengerjakanTes UKG anda, Jangan lupa like page facebook kami disamping untuk mendapatkan Update terbaru seputar UKG 2015.
Share:

Simulasi Soal Uji Kompetensi Guru (UKG) Online

Database soal telah diupdate & selalu berganti. Silahkan dicoba lagi

Mencoba Tampilan Biasa

SD/TK

SMP

SMA

SMK

Share:

Pengertian dan Bentuk kedisiplinan di Sekolah

Pengertian Kedisiplinan

Disiplin adalah suatu kondisi yang tercipta dan terbentuk melalui proses dari serangkaian perilaku yang menunjukkan nilai-nilai ketaatan, kepatuhan, kesetiaan, keteraturan dan ketertiban. Disiplin akan membuat seseorang tahu dan dapat membedakan hal-hal apa yang seharusnya dilakukan, yang wajib dilakukan, yang boleh dilakukan, yang tak sepatutnya dilakukan (karena merupakan hal-hal yang dilarang). Bagi seorang yang berdisiplin, karena sudah menyatu dalam dirinya, maka sikap atau perbuatan yang dilakukan bukan lagi dirasakan sebagai beban, namun sebaliknya akan membebani dirinya apabila ia tidak berbuat disiplin. Nilai-nilai kepatuhan telah menjadi bagian dari perilaku dalam kehidupannya. Disiplin yang mantap pada hakikatnya akan tumbuh dan terpancar dari hasil kesadaran manusia. Sebaliknya, disiplin yang tidak bersumber dari kesadaran hati nurani akan menghasilkan disiplin yang lemah dan tidak akan bertahan lama, atau disiplin yang statis, tidak hidup (Djojonegoro dalam Soemarmo, 1998: 20-21).

Suratman memberikan pengertian disiplin sebagai suatu ketaatan yang sungguh-sungguh dan didukung oleh kesadaran untuk menunaikan tugas dan kewajiban serta sikap dan perilaku sesuai dengan aturan atau tata kelakuan yang semestinya di dalam suatu lingkungan tertentu (Suratman, 1999: 32). Perilaku disiplin seperti tepat waktu, tertib, jujur, tepat janji dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari (Muhamad, 2003: 13).

Kedisiplinan adalah hal mentaati tata tertib di segala aspek kehidupan, baik agama, budaya, pergaulan, sekolah, dan lain-lain. Dengan kata lain, kedisiplinan merupakan kondisi yang tercipta dan terbentuk melalui proses dari serangkaian perilaku individu yang menunjukkan nilai-nilai ketaatan, kesetiaan, keteraturan dan ketertiban. Hal ini berdasarkan pada pengertian dalam Kamus besar Bahasa Indonesia (1988: 208), yang berasal dari kata “disiplin” berarti ketaatan atau kepatuhan kepada peraturan tata tertib dan sebagainya. Ki Hajar Dewantoro (1967: 453) menyebutkan bahwa disiplin tak lain adalah peraturan tata tertib yang dilakukan secara tegas dan ketat. Dari pengertian dasar tersebut, kemudian berlanjut dengan istilah kedisiplinan yang    dapat diartikan sebagai keadaan yang taat kepada peraturan tata tertib.

Selaras dengan pengertian kedisiplinan tersebut, Suradisastra (1991: 29) pun menjelaskan bahwa: kedisiplinan berasal dari kata “disiplin” yang berarti sikap untuk menepati apa yang telah dijanjikan, apa yang telah direncanakan. Kemudian dijelaskan pula, bahwa: disiplin mengandung makna keteguhan hati, kekuatan jiwa, tidak mudah tergoda oleh hal-hal yang dapat mencelakakan dirinya. Keberhasilan dalam suatu usaha atau dalam mencapai cita-cita akan tergantung kepada dimiliki tidaknya sikap disiplin. Orang yang berdisiplin akan berperilaku apa yang seharusnya diperbuat, tidak mengada-ada, tidak dilebih- lebihkan tetapi juga tidak dikurangi dari keadaan yang sebenarnya. Diam tepat pada pijakannya, melangkah tepat gerakannya, melaju sesuai arahnya. Sikap disiplin dapat dilakukan untuk setiap perilaku, seperti disiplin dalam belajar,
disiplin dalam bekerja, disiplin dalam beraktivitas lainnya seperti dalam hal olahraga.

Westra (1977: 96), mengemukakan pengertian kedisiplinan sebagai “Suatu keadaan tertib dimana orang-orang yang tergabung di dalam organisasi tunduk pada peraturan-peraturan yang ada dengan rasa senang hati”.    Pendapat itu menunjukkan bahwa disiplin merupakan ketaatan dan kepatuhan pada peraturan
yang dilakukan dengan rasa senang hati, bukan karena dipaksa atau terpaksa.

Sedangkan menurut Widodo DS (1984:57) bahwa, "Kedisiplinan adalah kesetiaan dan ketaatan seseorang, norma-norma, instruksi-instruksi yang dinyatakan berlaku untuk orang atau orang tersebut”. Dari pendapat tersebut terlihat jelas bahwa pengertian kedisiplinan mengandung beberapa unsur yakni ketaatan, pengetahuan, kesadaran, ketertiban dan perasaan senang di dalam menjalankan tugas dan mematuhi atau mentaati segala peraturan-peraturan perundangan yang dinyatakan berlaku.

Pada awalnya kedisiplinan dikaitkan dengan ajaran agama. Pengertian kedisiplinan yang dimaksud adalah sebagaimana dikemukakan oleh Widodo DS (1994: 22), berdasarkan kata disiplin, bahwa “Istilah disiplin itu berasal dari kata diciple    yang    berarti    penganut,    pengikut,    murid,    yang    dipelajari    untuk menunjukkan murid-murid, pengikut-pengikut Nabi Isa yang penuh ketaqwaan dan kepatuhan mengamalkan ajaran-ajarannya”. Namun selanjutnya pengertian kedisiplinan tersebut berkembang, tidak lagi sekadar menunjuk pada unsur manusia yang penuh ketaqwaan dan kepatuhan mengamalkan ajaran-ajaran Nabi Isa, tetapi lebih menekankan pada ketaatan dan kepatuhan pada peraturan itu sendiri. Hal ini sesuai dengan pengertian disiplin yang berkembang yang dikemukakan oleh Widagdo (1981: 22) bahwa, “Disiplin adalah taat dan patuh pada peraturan-peraturan, norma-norma, instruksi-instruksi dan lain-lain, yang dinyatakan berlaku untuk sekelompok orang tertentu”. Atmosudirjo (1987: 64), bahwa disiplin adalah: (1) Suatu sikap mental (state of mental attitude) tertentu, yang merupakan sikap taat dan tertib; (2) Suatu pengetahuan (knowledge) tingkat tinggi tentang sistem aturan-aturan perilaku, sistem atau norma-norma kriteria, standar yang menimbulkan kepranawaan (insight) dan kesadaran (conssiousness); (3) Suatu sikap kelakuan (behavior) yang secara wajar menunjukkan kesungguhan hati, pengertian dan kesadaran untuk mentaati segala apa yang diketahui itu secara cermat.
Kedisiplinan dapat dilatih dengan menekankan pada pikiran dan watak untuk menghasilkan kendali diri, kebiasaan untuk patuh dan sebagainya. Latihan- latihan itu dalam rangka menghasilkan kebiasaan patuh dapat dilihat pada penanaman kedisiplinan di kalangan angkatan bersenjata. Ibadah puasa dapat digolongkan sebagai latihan yang tujuannya untuk penanaman kedisiplinan guna mempertinggi daya kendali diri. Orang-orang yang berdisiplin adalah orang yang mampu mengendalikan dirinya. Tetapi perkembangan teknologi dan pertumbuhan ekonomi yang pesat mengakibatkan terjadinya perubahan dalam masyarakat
berupa pergeseran nilai-nilai serta tradisi yang ada, yang berpengaruh terhadap sikap serta pandangan hidup manusia, sehingga terjadi hal-hal yang tak terkendali. Hal ini memperjelas pengertian bahwa pada hakikatnya kedisiplinan mengandung beberapa unsur, yakni ketaatan, pengetahuan, kesadaran, ketertiban perasaan
senang di dalam menjalankan tugas dan mematuhi atau mentaati segala peraturan perundangan yang berlaku. Sehingga peran kedisiplinan adalah sebagai pencipta suatu kondisi di mana individu, masyarakat dan aparatur pemerintah mematuhi semua peraturan dan ketentuan yang ada sehingga tercapainya suatu keadaan yang
tertib dan teratur. Demikian pula menurut Soemarmo (1998: 31), disiplin perlu dibina melalui jalur pelatihan, pengarahan, dan jalur keteladanan, karena disiplin sebagai suatu upaya mematuhi “tata krama”. Berdasarkan uraian disertai pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa kedisiplinan merupakan suatu sikap atau perilaku yang mencerminkan ketaatan secara sadar, sukarela dan senang hati dari individu terhadap peraturan, ketaatan terhadap prosedur, ketaatan terhadap asa, dan lain-lain.

Bentuk-bentuk Kedisiplinan di Sekolah

Kedisiplinan pada siswa merupakan aspek utama dan esensial pada pendidikan dalam keluarga yang diemban oleh orang tua, karena mereka bertanggung jawab secara kodrati dalam meletakkan dasar-dasarnya pada anak. Berarti, nilai-nilai kepatuhan telah menjadi bagian dari perilaku dalam kehidupannya. Kedisiplinan siswa jelas akan mempengaruhi perilaku lainnya di lingkungan manapun baik di lingkungan rumah, lingkungan sekolah, dan lingkungan masyarakat. Oleh karena itu, kedisiplinan anak (siswa) mencakup: (1) Kedisiplinan di rumah dan lingkungan masyarakat, seperti ketaqwaan terhadap tuhan yang maha Esa, melakukan kegiatan secara teratur, melakukan tugas-tugas pekerjaan rumah tangga (membantu orang tua), menyiapkan dan membenahi keperluan belajarnya, mematuhi tata tertib di rumah, dan mempunyai kepedulian terhadap lingkungan; (2) Kedisiplinan di lingkungan sekolah di mana anak sedang melakukan kegiatan belajarnya. Di lingkungan sekolah kedisiplinan ini diwujudkan dalam pelaksanaan Tata Tertib Sekolah.
Dalam Tata Tertib Sekolah antara lain disebutkan oleh Soemarmo (1998:67), bahwa sekolah adalah sumber disiplin dan tempat berdisiplin untuk mencapai ilmu pengetahuan yang dicita-citakan. Di dalam tata tertib tersebut diatur mengenai hak dan kewajiban siswa, larangan, dan sanksi-sanksi. Dalam tata tertib sekolah disebutkan bahwa siswa mempunyai kewajiban: (1) harus bersikap sopan dan santun, menghormati Ibu dan Bapak Guru, pegawai dan petugas sekolah baik di sekolah maupun di luar sekolah; (2) harus bersikap sopan dan santun, menghormati sesama pelajar, baik di dalam sekolah maupun di luar sekolah; (3) Menggunakan atribut sekolah sekolah; (4) Hadir tepat waktu; (5) patuh kepada nasihat dan petunjuk orang tua dan guru; (6) tidak dibenarkan untuk meninggalkan kelas sekolah kecuali mendapat ijin khusus dari guru kelas dan
Kepala Sekolah,; dan sebagainya. Kedisiplinan di lingkungan masyarakat, bisa berupa ketaatan terhadap
rambu-rambu lalu lintas, kehati-hatian dalam menggunakan milik orang lain, dan kesopanan dalam bertamu.
Uraian tersebut adalah suatu kejelasan bahwa kedisiplinan itu sebagai bekal bagi anak untuk mengarungi kehidupannya demi masa depan anak. Karena itu kedisiplinan pada siswa penting untuk dipersiapkan dan dibina semenjak dini. Untuk itu diperlukan kerjasama antar orang tua dengan sekolah karena adanya faktor-faktor dalam kedisiplinan yang perlu mendapat perhatian bersama. Jenis perilaku disiplin yang menyatu dalam segala aspek kepribadian adalah taqwa, patuh, sadar, rasional, mental, teladan, berani, dan kejujuran (Lemhanas, 1997: 14). Untuk mewujudkan kedisiplinan ini, kriteria atau kualitas tersebut harus secara terus menerus didukung oleh aspirasi dari kehendak berbuat dari para pelakunya. Karena kedisiplinan tidak terjadi dengan sendirinya, melainkan harus ditumbuhkan dari perbuatan dari para pelaku, untuk itu diperlukan suatu latihan atau pelajaran tertentu agar diperoleh seseorang yang mempunyai kedisiplinan yang baik danmandiri, sehingga dapat mengatur dan mengendalikan dirinya agar melakukan perbuatan yang secara sosial dapat
diterima lingkungannya, dan menghindari apa yang dilarangnya. Kedisiplinan seseorang adalah produk sosialisasi sebagai hasil interaksi dengan lingkungannya, terutama lingkungan sosial. Olah karena itu, pembentukan kedisiplinan tunduk pada proses belajar (Lemhanas, 1997: 15). Karena itu, penting sekali kedisiplinan pada siswa senantiasa ditumbuhkembangkan demi menapaki kehidupan anak (siswa) tersebut pada masa-masa mendatang.
Share:

Mengatasi Sandi Salah saat Upload EMIS Pendis Online

Upload Emis Pendis Online seperti yang sudah di bahas pada postingan sebelumnya baik upload dataonline maupun offline sudah ada panduannya di blog ini. bisa dicari di daftar isi. setelah di praktikkan oleh teman-teman ada beberapa kendala yang dihadapi saat peng-upload-an back up emis padaaplikasi EMIS Online 2014 tersebut antara lain ketika login ada keterangan SANDI SALAH, padahal sandi dirasa sudah benar. ada beberapa solusi untuk mengatasinya. yang pertama, hal itu bisa terjadi karena overload server yang membuat anda gagal akses web emis pendistersebut. yang kedua, memang sandi yang default telah anda ganti dengan sandi yang baru, ketika anda buka sandi tersebut anda gagal dan ada keterangan SANDI SALAH, pada kasus kedua ini sebaiknya anda berkonsultasi dengan operator EMIS Pendis kabupaten setempat agar di lakukan pe-reset-an default atau dikembalikan ke sandi semula.

Waktu Terbaik, waktu terbaik dalam peng-upload-an supaya tidak terjadi overload server sebaiknya anda lakukan di awal jadwal peng-upload-an wilayah anda dan sekitar jam 14.00 - 17.00 WIB dan 23.00 - 04.00 WIB, pada waktu-waktu tersebut rata-rata server sedang tidak digunakan jadi anda bisa dengan cepat melakukan upload dan segera di kirim ke kemenag setempat untuk dilakukan tindakan selanjutnya. 

demikian semoga bisa membantu teman-teman yang mengalami kendala dalam peng-upload-an emis pendis online maupun offline. selamat mengerjakan.
Share:

POSTING TERBARU

Arsip Blog

Total Tayangan Laman

z

Tiket Pesawat Murah Ada: Disini

Sponsor

Sistema Enlaces Reciprocos
Code tukar link

Tampilan seperti ini: kabar berita